Jl. Rapak Indah No. 189

 Mon – Fri 08:00 am – 05:00 pm

 (0541) 6276886

Harga Nikel Menguat Sebesar 9,3% di Januari 2021

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga nikel di London Metal Exchange (LME) menguat 9,3% di sepanjang tahun 2021. Di akhir tahun harga kontrak 3 bulan nikel di LME berada di US$ 16.540/ton dan kemarin (19/1/2021) harganya naik menjadi US$ 18.075/ton. 

Kenaikan harga nikel ditopang oleh sentimen positif perkembangan mobil listrik. Analis dan ekonom memandang outlook harga nikel akan bullish untuk jangka panjang. Salah satu yang memberikan ramalan bullish tersebut adalah Goldman Sachs.

Bank investasi asal Wall Street itu memperkirakan target harga nikel akan menyentuh US$ 21.000/ton dalam periode 12 bulan ini. Goldman Sachs merevisi naik harga nikel dari sebelumnya US$ 16.000/ton.

Dalam update terbarunya Goldman Sachs memandang tren penjualan mobil listrik masih akan terus meningkat. Jika tidak dibarengi dengan upgrade penggunaan baterai dari nikel maka pasokan nikel diramal bakal defisit mulai dari 2023.

Namun jika adopsi baterai mobil listrik dari nikel mengalami peningkatan yang pesat maka akan semakin mendorong naik harga nikel. Sebelumnya DBS juga punya outlook positif untuk harga nikel.

DBS dalam laporannya menyebut harga nikel tahun ini bakal bullish dan tembus ke atas US$ 20.000/ton. Hal tersebut karena ditopang oleh adanya defisit pasokan nikel di saat permintaan sedang naik-naiknya. Tren ini terutama terjadi untuk nikel kelas I yang banyak digunakan untuk baterai mobil listrik.

Nikel merupakan salah satu logam hasil tambang yang digunakan untuk berbagai keperluan. Di pasar dikenal ada dua jenis nikel yaitu nikel kelas I dan kelas II. Nikel kelas II banyak digunakan untuk pembuatan stainless steel, sementara kelas I digunakan untuk produk lain seperti komponen baterai mobil listrik.

Proyeksi DBS, permintaan nikel kelas I akan tumbuh 5,9% setiap tahunnya sampai 2025. Untuk periode yang sama pasokan nikel kelas I hanya tumbuh 3,3%.

Sementara itu, untuk nikel Kelas II keseimbangan di pasar tetap terjaga tahun ini, bahkan hingga 2025 seiring dengan kuatnya peningkatan kapasitas nikel pig iron (NPI) di Indonesia mengimbangi penurunan produksi Cina dan pertumbuhan permintaan nikel untuk stainless steel.

Lebih lanjut DBS memprediksi volume penjualan mobil listrik akan naik 24% per tahun secara compounding (CAGR) ke 22,3 juta unit pada tahun 2030. Kenaikan penjualan mobil listrik tentu akan mengerek permintaan nikel kelas I seiring dengan minat yang tinggi untuk penggunaan baterai yang menggunakan nikel.

Permintaan nikel untuk baterai mobil listrik akan tumbuh sebesar 32% (CAGR ) pada 2019-2030 sehingga meningkatkan konsumsi nikel untuk baterai yang dapat diisi ulang hingga 24% per tahun menjadi 1,27 juta ton pada tahun 2030.

“Oleh karena itu, kami memperkirakan kontribusi baterai isi ulang terhadap konsumsi nikel akan meningkat hingga 30% pada 2030 dari hanya 5% pada 2019.” tulis DBS dalam laporannya.

Di sepanjang tahun 2020, harga kontrak futures (berjangk) nikel yang diperdagangkan di bursa Shanghai menguat 18%. Kenaikan harga nikel dunia juga membuat harga nikel acuan RI ikut terkerek.

Pada Desember lalu, harga nikel acuan RI dipatok di US$ 15.647/ton atau naik 12,8% dibandingkan harga acuannya di bulan Januari di US$ 13.876/ton. Harga nikel sempat mengalami penurunan saat awal pandemi Covid-19 merebak dan memicu penerapan lockdown yang masif di bulan Februari-Maret.

Namun setelah pelonggaran banyak dilakukan pada bulan Mei, harga nikel berangsur mulai pulih bahkan berhasil mencapai level tertingginya di penghujung tahun 2020.

SUMBER : CNBC INDONESIA

Bagikan:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post Lainnya

Selamat Hari Batik Nasional

Peringatan Hari Batik Nasional setiap tanggal 2 Oktober bertepatan dengan penetapan Batik sebagai warisan dunia dari UNESCO. Dikutip dari situs lembaga UNESCO, Batik adalah warisan

COAL QUALITY MONITORING

PRE SHIPMENT INSPECTION

COAL SUPERINTENDING

COAL ANALYSIS

STOCK OPNAME

MARINE SURVEY